MAKALAH
SUMBERDAYA PENDUKUNG KEBERHASILAN PELAKSANAAN KURIKULUM

Disusun Oleh
1.
Aryadi
Nur Salim (1652900019)
2.
Devi
Aswinda (1642900031)
Dosen Pengampu
Fahmi, M. Pd. I
PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN FATAH
PALEMBANG
2018
KATA
PENGANTAR
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
Syukur alkhamdulillah mari selalu
kita panjatkan atas kehadirat Allah swt yang telah memberikan kita semua
hiadayah serta inayahnya sehingga kita masih dapat merasakan
kenikmatan-kenikmatan yang diberikan Allah swt kepada kita, dan semoga dengan
kita bersyukur allah senantiasa menambahkan nikmat-nikmat yang lain kepada kita
semua.
Sholawat teriring salam semoga
selalu tercurahkan atas nabi besar Muammad saw beliaulah suri tauladan hidup
manusia hingga akhir zaman, serta nabi pemberi syafaat kelak di akhir zaman.
Alkhamdulillah penulis ucapkan
karena telah diberikan kesehatan serta kelancaran didalam penyusunan makalah
yang berjudul “ Sumber daya pendukung
keberhasilan pelaksanaan kurikulum” sesuai dengan rencana yang telah
ditentukan.
Didalam penulisan makalah ini
tentunya masih terdapa kekurang baik
dari segi penenpatan kata atau kalimat serta analisis dan referensi, untuk itu
kami mengharapkan kritik serta saran yang bersifat membangun, agar nantinya
makalah ini dapat diperbaiki sebagaimana mestinya.
Harapan tentunya makalah ini dapat
digunakan sebagai bahan acuan ataupun bahan ajaran guna menunjang
terselenggaranya kegiatan belajar mengajar. Demikian yang dapat kami sampaikan
kurang dan lebihnya kami minta maaf, akhir kata penulis ucapkan terimakasih.
Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
DAFTAR
ISI
Halam Judul.............................................................................................. i
KATA
PENGANTAR.............................................................................. ii
DAFTAR
ISI.............................................................................................. iii
BAB
I PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang................................................................................. 1
BAB
II PEMBAHASAN
A.
Manajemen
Sekolah......................................................................... 2
B.
Pemanfaatan
Sumber Belajar........................................................... 7
C.
Penggunaan
Media Pembelajaran.................................................... 8
D.
Penggunaan
Strategi dan Model-Model Pembelajaran.................... 10
E.
Penggunaan
kualitas Kinera Guru.................................................... 12
BAB
III PENUTUP
A.
Kesimpulan...................................................................................... 16
DAFTAR
PUSTAKA............................................................................... 17
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Salah satu aspek yang berpengaruh terhadap keberhasilan pendidikan
nasional adalah aspek kurikulum. Kurikulum merupakan salah satu komponen yang
memiliki peran strategis dalam sistem pendidikan. Kurikulum merupakan suatu
sistem program pembelajaran untuk mencapai tujuan institusional pada lembaga
pendidikan, sehingga kurikulum memegang peranan penting dalam mewujudkan
sekolah yang bermutu.
Adanya beberapa program pembaruan dalam bidang pendidikan nasional
merupakan salah satu upaya untuk menyiapkan masyarakat dan bangsa indonesia
yang mampu mengembangkan kehidupan demokratis yang mantab dalam menghadapi era
globalisasi ini. Untuk dapat terlaksananya kurikulum yang baik tentunya ada
beberapa hal yang harus dipertimbangkan yakni mengenai sumber daya pendukung
keberhasilan implementasi kurikulum.
Keberhasilan pelaksanaan kurikulum di sekolah tidak terlepas dari
beberapa sumber daya pendukung, diantaranya adalah manajemen sekolah,
pemanfaatan sumber belajar, penggunaan media pembelajaran, penggunaan strategi
dan model-model pembelajaran, kinerja guru, pemantauan pelaksanaan
pembelajaran, manajemen peningkatan mutu p endidikan.
BAB
II
PEMBAHASAN
Keberhasilan pelaksanaan kurikulum di sekolah tidak terlepas dari
beberapa sumber daya pendukung, diantaranya adalah manajemen sekolah,
pemanfaatan sumber belajar, penggunaan media pembelajaran, penggunaan strategi
dan model-model pembelajaran, kinerja guru, pemantauan pelaksanaan
pembelajaran, manajemen peningkatan mutu pendidikan.
A.
Manajemen Sekolah
1.
Pengertian Manajemen Sekolah
Menurut Kathryn
M. Bartol dan David C. Martin manajemen adalah proses untuk mencapai
tujuan-tujuan organisasi dengan melakukan kegiatan dari empat fungsi utama,
yaitu merencanakan ( planning ), mengorganisasikan
(organizing ), memimpin ( leading ), dan mengendalikan (controling).
Dengan demikian manajemen adalah sebuah kegiatan yang berkesinambungan.[1]
a. Manajemen Kurikulum
Merupakan substansi manajemen yang utama di sekolah. Prinsip dasar
manajemen kurikulum ini adalah berusaha agar proses pembelajaran dapat berjalan
dengan baik, dengan tolak ukur pencapaian tujuan siswa dan mendorong guru untuk
menyusun terus-menerus menyempurnakan strategi pembelajarannya.
b. Manajemen Kesiswaan
Ungkapan manajemen kesiswaan terdiri dari dua kata yaitu manajemen
dan kesiswaan. Penulis tidak lagi mendiskripsikan pengertian manajemen dalam
makalah ini mengingat pada makalah sebelumnya yang berjudul manajemen
personalia telah dibahas secara terperinci dan jelas pengertian manajemen.
Sementara itu yang dimaksud dengan kesiswaan ialah segala sesuatu
yang menyangkut dengan peserta didik atau yang lebih populer dengan istilah
siswa.[2]Dengan demikian
manjemen kesiswaan memiliki pengertian suatu proses pengurusan segala hal yang
berkaitan dengan siswa di suatu sekolahmulai dari perencanaan, penerimaan
siswa, pembinaan yang dilakukan selama siswa berada di sekolah, sampai dengan
siswa menyelesaikan pendidikannya di sekolah melalui penciptaan suasana
pembelajaran yang kondusif dan konstruktif terhadap berlangsungnya proses
belajar mengajar atau pembelajaran yang efektif.
c.
Manajemen
personalia
Personalia ialah semua anggota organisasi yang berkerja
untuk kepentingan organisasi yaitu untuk mencapai tujuan yang sudah
ditentukan. Personalia organisasi pendidikan mencakup para guru, para pegawai,
dan para wakil siswa/mahasiswa. Termasuk juga para manejer pendidikan yang
mungkin dipegang oleh beberapa guru.[3]
Yang dimaksud dengan manajamen personil adalah segenap proses
penataan yang bersangkut paut dengan masalah memperoleh dan menggunakan tenaga
kerja untuk demi tercapainya tujuan sekolah yang telah ditentukan sebelumnya.
d.
Manajemen
Keuangan
Pengertian manajemen keuangan dalam arti sempit adalah tata
pembukuan. Sedangkan dalam arti luas adalah pengurusan dan pertanggungjawaban
dalam menggunakan keuangan, baik pemerintah pusat maupun daerah. Adapun
Maisyarah sebagaimana dikutip oleh Sulistiyorini menjelaskan bahwa manajemen
keuangan adalah suatu proses melakukan kegiatan mengatur keuangan dengan
menggerakkan tenaga orang lain.
Kegiatan ini dapat dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan
sampai dengan pengawasan. Dalam manajemen keuangan di sekolah tersebut dimulai
dengan perencanaan anggaran sampai dengan pengawasan dan pertanggung jawaban
keuangan.[4]Manajemen
keuangan di sekolah Islam atau madrasah terutama berkenaan dengan kiat sekolah
dalam menggali dana, kiat sekolah dalam mengelola dana, pengelolaan keuangan
dikaitkan dengan program tahunan sekolah, cara mengadministrasikan dana
sekolah, dan cara melakukan pengawasan, pengendalian serta pemeriksaan.
Inti dari manajemen keuangan adalah pencapaian efisiensi dan
efektivitas. Oleh karena itu, disamping mengupayakan ketersediaan dana yang
memadai untuk kebutuhan pembangunan maupun kegiatan rutin operasional di
sekolah, juga perlu diperhatikan faktor akuntabilitas dan transparansi setiap
penggunaan keuangan baik yang bersumber pemerintah, masyarakat dan
sumber-sumber lainnya.[5]
e.
Manajemen
Sarana dan Prasarana
Manajemen perawatan preventif sarana dan prasarana sekolah
merupakan tindakan yang dilakukan secara periodik dan terencana untuk merawat
fasilitas fisik seperti gedung, mebeler, dan peralatan sekolah lainnya. Dengan
tujuan untuk meningkatkan kinerja, memperpanjang usia pakai, menurunkan biaya
perbaikan dan menetapkan biaya efektif perawatan sarana dan prasarana sekolah.[6]
2.
Fungsi Manajemen
Gullick mengemukakan tujuh fungsi manajemen, yaitu :
a.
Perencanaan
(Planning)
Arti penting perencanaan terutama adalah memberikan kejelasan arah
bagi setiap kegiatan sehingga setiap kegiatan dapat diusahakan dan dilaksanakan
seefisien dan seefektif mungkin.
T. Hani Handoko mengemukakan sembilan manfaat perencanaan yakni (a)
membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan
lingkungan; (b) membantu dalam kristalisasi persesuaian pada masalah-masalah
utama; (c) memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran; (d) membantu
penempatan tanggung jawab lebih tepat; (e) memberikan cara pemberian perintah
untuk beroperasi; (f) memudahkan dalam melaksanakan koordinasi di antara
berbagai bagian organisasi; (g) membuat tujuan lebih khusus, terperinci, dan
lebih mudah dipahami; (h) meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti; dan (i)
menghemat waktu, usaha dan dana.[7]
b.
Pengorganisasian
(organizing)
George R. Terry mengemukakan bahwa pengorganisasian adalah tindakan
mengusahakan hubungan-hubungan kelakuan yang efektif antara orang-orang
sehingga mereka dapat bekerja sama secara efisien, dan memperoleh kepuasan
pribadi dalam melaksanakan tugas-tugas tertentu, dalam kondisi lingkungan
tertentu guna mencapai tujuan tertentu.[8]
c.
Pelaksanaan
(Actuatung)
Pelaksanaan tidak lain merupakan upaya untuk menjadikan perencanaan
menjadi kenyataan, dengan melalui berbagai pengarahan dan pemotivasian agar
setiap karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal sesuai dengan peran,
tugas dan tanggung jawabnya.[9]
d.
Pengawasan
(controlling)
Pengawasan merupakan suatu kegiatan yang berusaha untuk
mengendalikan agar pelaksanaan dapat berjalan sesuai dengan rencana dan
memastikan apakah tujuan organisasi tercapai. Apabila terjadi penyimpangan, di
mana letak penyimpangan itu dan bagaimana pula tindakan yang diperlukan untuk
mengatasinya.[10]
B.
Pemanfaatan Sumber Belajar
1.
Pengertian Sumber Belajar
Sumber
belajar merupakan salah satu komponen yang membantu dalam proses belajar
mengajar. Sumber belajar tidak lain adalah daya yang dapat dimanfaatkan guna
kepentingan proses belajar mengajar, baik secara langsung maupun tidak
langsung, sebagian atau secara keseluruhan.
AECT
(Association for Education and Communication Technology) menyatakan bahwa
sumber belajar (learning resources) adalah semua sumber baik berupa data,
orang, atau benda) yang dapat digunakan untuk memberi fasilitas (kemudahan)
belajar bagi siswa. Sumber
belajar adalah bahan-bahan yang dimanfaatkan dan diperlukan dalam proses
pembelajaran, yang dapat berupa buku teks, media cetak, media elektronik,
narasumber, lingkungan sekitar, dan sebagainya yang dapat meningkatkan kadar
keaktifan dalam proses pembelajaran.[11]
Sumber belajar dapat dikategorikan
ke dalam enam jenis, yaitu pesan; orang; bahan; alat dan peralatan; teknik, dan
lingkungan. Selain itu dari sisi perancangannya, sumber belajar itu dapat
dipilah menjadi dua jenis, yaitu sumber belajar yang dirancang dan sumber
belajar yang dimanfaatkan.[12]
Implementasi pemanfaatan sumber
belajar di dalam proses pembelajaran sudah tercantum dalam kurikulum bahwa
proses pembelajaran yang efektif adalah proses pembelajaran yang menggunakan
berbagai ragam sumber belajar.
2.
Fungsi Dan Manfaat Sumber Belajar
Sumber belajar memiliki beberapa
fungsi, yaitu (a) meningkatkan produktivitas pendidikan; (b) memberikan
kemungkinan pendidikan yang sifatnya lebih individual (c) memberikan dasar yang
lebih ilmiah terhadap pembelajaran; (d) lebih memantapkan kegiatan
pembelajaran; (e) memungkinkan belajar secara seketika dan (f) memungkinkan
penyajian pendidikan yang lebih luas.
Adapun manfaat sumber belajar, yaitu
untuk memberikan pengalaman belajar yang konkret tidak langsung kepada siswa;
menyajikan sesuatu yang tidak mungkin diadakan, dikunjungi atau dilihat secara
langsung dan konkret, menambah dan memperluas cakrawala sajian yang ada di
dalam kelas.[13]
3.
Pemanfaatan Sumber Belajar Dalam Implementasi Kurikulum di Sekolah
Dalam hal ini diperlukan kreatifitas
seorang guru dalam mengajar yakni bisa dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber
belajar. Selain itu diperlukan dukungan terhadap optimalisasi sumber belajar
tersebut.[14]
C.
Penggunaan Media Pembelajaran
1.
Pengertian Media Pembelajaran
Media berasal dari bahasa latin dan
merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah dapat diartikan
sebagai `perantara`. Dalam Bahasa arab, media adalah perantara ( ÙˆَسَائِÙ„ْ) atau pengantar pengantar pesan dari
pengirim kepada penerima pesan.[15]Penggunaan
media pembelajaran didasarkan pada konsep bahwa belajar dapat ditempuh melalui
berbagai cara, antara lain dengan mengalami secara langsung, mengamati orang
lain dan dengan membaca serta mendengar.
2.
Fungsi Media Pembelajaran
Fungsi media pembelajaran yang
dikemukakan oleh Livie dan Lentz adalah media pembelajaran khusunya pada media
visual, yaitu fungsi atensi, fungsi atektif, fungsi kognitif, dan fungsi
kompensatoris.
Fungsi atensi berarti media visual
merupakam inti, menarik, dan pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang
ditampilkan atau menyertai teks materi pelajarannya, dan fungsi atektif
maksudnya adalah media visual yang dapat terlihat dari tingkat kenikmatan
pembelajar ketika belajar membaca teks bergambar, kemudian fungsi kognitif
bermakna media visual mengungkapkan bahwa lambing visual memperlancar
pencapaian tujuan untuk memahami dan mendengar informasi atau pesan yang
terkandung dalam gambar, selanjutnya fungsi kompensatoris artimya media visual
memberikan konteks untuk memahami teks membantu pembelajar yang lemah
dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatkannya
kembali.
Dari beberapa fungsi media visual
tersebut dapat dikatakan belajar dari pesan visual memerlukan keterampilan
tersendiri, karena melihat pesan visual, tidak dengan sendirinya akan mudah
memahami atau mampu belajar. Pembelajar harus dibimbing dalam meneriam dan
menyimak pesan visual secara tepat.[16]
3.
Kedudukan Media Dalam Pembelajaran
Kedudukan media dalam komponen
pembelajaran sangat penting bahkan sejajar dengan metode pembelajaran, karena
metode yang digunakan dalam proses pembelajaran biasanya akan menuntut media
apa yang dapat diintegrasikan dan diadaptasikan dengan kondisi yang dihadapi.
Kontribusi media terhadap
pembelajaran menurut Kemp dan Dayton adalah (1) menyampaikan pesan pembelajaran
dapat lebih terstandar; (2) pembelajaran lebih menarik; (3) pembelajaran lebih
interaktif dengan menerapkan teori belajar; (4) waktu pelaksanaan pembelajaran
dapat diperpendek; (5) kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan.[17]
D.
Penggunaan Strategi dan Model-Model Pembelajaran
1.
Pengertian Strategi, Pendekatan, dan Model Pembelajaran
Pendekatan
dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses
pembelajaran. Roy Kellen mencatat bahwa terdapat dua pendekatan dalam
pembelajaran, yaitu pendekatan yang berpusat pada guru dan pendekatan yang
berpusat pada siswa. Pendekatan yang berpusat pada guru menurunkan strategi
pembelajaran langsung, pembelajaran deduktif atau pembelajaran ekspositori.
Sementara itu pendekatan yang berpusat pada siswa menurunkan strategi
pembelajaran inquiry dandiscovery serta pembelajaran induktif.[18]
Sementara itu, strategi menurut kemp
adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar
tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Strategi berbeda
dengan metode. Strategi menunjukkan pada sebuah perencanaan untuk mencapai
sesuatu, sedangkan metode adalah cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan
strategi.[19]Banyak
bentuk strategi pembelajaran yang dapat dipergunakan oleh guru, di antaranya
adalah strategi pembelajaran kooperatif, dan strategi pembelajaran berbasis
masalah.
Adapun model pembelajaran merupakan
suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum (rencana
pembelajaran jangka panjang), merancang bahan-bahan pembelajaran, dan
membimbing pembelajaran di kelas atau yang lain. Model pembelajaran dapat
dijadikan pola pilihan, artinya para guru boleh memilih model pembelajaran yang
sesuai dan efisien untuk mencapai tujuan pendidikannya.[20]
2.
Dasar Pertimbangan Pemilihan Strategi Pembelajaran
a.
Pertimbangan
terhadap tujuan yang hendak dicapai
b.
Pertimbangan
yang berhubungan dengan bahan atau materi pembelajaran
c.
Pertimbangan
dari sudut peserta didik
3.
Strategi Pembelajaran Kooperatif
Teori yang melandasi pembelajaran
kooperatif adalah teori kontruktivisme. Dalam teori ini lebih mengutamakan pada
pembelajaran siswa yang dihadapkan pada masalah-masalah kompleks untuk dicari
solusinya, selanjutnya menemukan bagian-bagian yang lebih sederhana atau
keterampilan yang diharapkan.
Dalam model pembelajaran kooperatif
ini, guru lebih berperan sebagai fasilitator yang berfungsi sebagai jembatan
penghubung ke arah pemahaman yang lebih tinggi, dengan catatan siswa sendiri.
4.
Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah
Guru dituntut dapat memilih
pendekatan pembelajaran yang dapat memacu semangat setiap siswa untuk secara
aktif ikut terlibat dalam pengalaman belajarnya. Pembelajaran berbasis masalah
adalah penggunaan berbagai kecerdasan yang diperlukan untuk melakukan
konfrontasi terhadap tantangan dunia nyata, kemampuan untuk menghadapi segala
sesuatu yang baru, dan kompleksitas yang ada.
Model pengembangan kurikulum ada
yang bersifat deduktif dan induktif. Kurikulum dalam PBM meliputi tiga hal
berikut :
a.
Mega
Level; profil lulusan yang diharapkan, tujuan umum program; pegetahuan,
keterampilan, sikap, dan kompetensi lainnya yang menekankan pada pengembangan
disiplin ilmu.
b.
Makro
level; latihan dan modul tujuan lembaga, belajar dari materi dan silabus,
penilaian tujuan, struktur, kriteria dan kegiatan evaluasi.
c.
Mikro
level; struktur kegiatan, jadwal sesi PBM, tutorial, struktur belajar mandiri
dan kemasan belajar, sumber masalah dan belajar.[21]
5.
Model-Model Pembelajaran
a.
Model
interaksi sosial
b.
Model
pemrosesan informasi
c.
Model
personal
d.
Model
modifikasi tingkah laku
e.
Model
pembelajaran kontekstual
f.
Model
pembelajaran tematik
g.
Model
pembelajaran PAKEM
E.
Penggunaan Kualitas Kinerja Guru
Menjadi guru kreatif, menggairahkan
dan disenangi peserta didik merupakan kebanggaan bagi pendidik sejati. Tetapi
bagaimana caranya masih banyak yang menghadapi kesulitan. Dua hal kegiatan guru
di kelas, yakni mengajar dan mengelola kelas. Sering dijumpai bahwa guru lemah
dalam mengelola kelasnya, sehingga pembelajaran tidak berhasil maksimal.seorang
guru dituntut untuk lebih kreatif dan mengembangkan materuinya.
Pengembangan profesionalisme guru
secara aktif dan terintegrasi akan melahirkan sosok guru yang kreatif dan
inovatif, guru demikian akan menjadi motivator yang handal bagi pengembangan
karakter sisiwa , menjadi sosok yang dapat digugu dan ditiru ( teladan ).[22]
Kinerja merupakan suatu wujud
perilaku seseorang atau organisasi dengan orientasi prestasi. Ukuran kinerja
menurut T.R. Mitchell dapat dilihat dari quality of work, promthness,
initiative and communication. Keempat komponen tersebut merupakan ukuran
standar kinerja yang dapat dijadikan dasar untuk mengetahui baik buruknya
kinerja seorang guru.
Ada sepuluh kompetensi dasar yang
harus dikuasai oleh seorang guru, antara lain: (1) menguasai bahan/materi
pelajaran; (2) mengelola program pembelajaran; (3) mengelola kelas; (4)
menggunakan media dan sumber belajar; (5) menguasai landasan pendidikan; (6)
mengelola interaksi pembelajaran; (7) menilai prestasi belajar siswa; (8)
mengenal fungsi dan layanan bimbingan dan penyuluhan; (9) mengenal dan
menyelenggarakan administrasi sekolah; (10) memahami dan menafsirkan hasil
penelitian guna keperluan pembelajaran.[23]
Sementara menurut Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional RI NO 16 tahun 2007 tentang standar kualifikasi akademik
dan kompetensi guru, standar kompetensi guru dikembangkan secara utuh ke dalam
empat kompetensi, yaitu:
1. Kompetensi pedagogik
2. Kompetensi kepribadian
3. Kompetensi sosial
4. Kompetensi profesional[24]
Beberapa kegiatan guru dalam
upayanya mengembangkan kurikulum yang berlaku di sekolah yakni meliputi
merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kurikulum. Adapun melaksanakan
kurikulum yang dimaksud adalah guru mampu mengimplementasikannya dalam proses
belajar mengajar.
Dalam melaksanakan kegiatan proses
belajar mengajar, seyogianya seorang guru memahami langkah-langkah yang harus
ditempuh. Langkah-langkah tersebut meliputi: tahap permulaan, tahap
pembelajaran dan tahap penilaian serta tindak lanjut.
1. Menjadi Guru Yang Berkualitas
a. Guru harus memiliki profesionalisme di bidangnya.
b. Guru harus mempersiapkan bahan ajar
c. Guru harus dapat menyampaikan materi dengan jelas.
d. Guru harus dapat mengelola kelas
e. Guru harus melakukan evaluasi
f. Guru harus dapat berhubungan baik dengan orang tua siswa.
2. Kriteria Guru Berkualitas:
a. Selalu punya energi untuk siswanya. Punya tujuan jelas untuk
Pelajaran
b. Punya keterampilan mendisiplinkan yang efektif.
c. Punya keterampilan manajemen kelas yang baik
d. Bisa berkomunikasi yang Baik dengan Orang Tua
e. Punya harapan yang tinggi pada siswanya
f. Pengetahuan tentang Kurikulum .[25]
F.
Monitoring Pelaksanaan Kurikulum (pembelajaran)
Kegiatan memantau pelaksanaan
pembelajaran harus terus dilakukan agar pembelajaran yang dilakukan guru
berjalan dengan baik. Kegiatan memantau pelaksanaan pembelajaran merupakan
suatu kegiatan atau urutan kegiatan yang terjadi dalam interaksi langsung
melalui kegiatan monitoring antara seorang pemantau dengan seorang guru dalam
melakukan kegiatan pembelajaran sehingga pembelajaran dapat dilakukan sebaik
mungkin. Dengan kegiatan pemantauan ini diharapkan kegiatan belajar mengajar
dapat berjalan dengan baik sehingga proses pembelajaran menjadi kegiatan yang
menyenangkan siswa. Hal ini disebabkan karena layanan yang diberikan mampu
memenuhi keinginan atau kebutuhan siswa.[26]
1.
Konsep Dasar Memantau Pelaksanaan Pembelajaran
Memantau
pelaksanaan pembelajaran adalah kegiatan monitoring yang menyertakan proses
pengumpulan, penganalisisan, pencatatan, pelaporan, dan penggunaan informasi
manajemen tentang pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Fokus kegiatan memantau
pelaksanaan pembelajaran ada pada kegiatan dan tingkat capaian dari perencanaan
pembelajaran yang telah dibuat berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan.
Kegiatan
memantau pelaksanaan pembelajaran berkaitan dengan penilaian terhadap
pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan pengidentifikasian tindakan untuk
memperbaiki kekurangan dalam kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan.
2.
Tujuan
Utama Kegiatan Pemantauan Pelaksanaan Pembelajaran
a. Menyediakan informasi yang relevan dan tepat waktu pada pelaksanaan
kegiatan pembelajaran yang akan membantu pembuatan keputusan manajemen yang
efektif oleh pengawas satuan pendidikan.
b. Mendorong diskusi mengenai kemajuan pelaksanaan pembelajaran
bersama para guru dan merencanakan berbagai tindakan yang diperlukan
c. Menyediakan sumber informasi kemajuan/prestasi utama bagi para
pengambil keputusan.[27]
Sebaik apapun hasil perancangan/desain/rencana pembelajaran dan
pengembangan kurikulum yang berbasis pada kompetensi siswa, keberhasilan
pelaksanaan dalam mencapai tujuan kurikuler sangat bergantung pada beberapa
faktor, diantaranya adalah faktor guru, ketersediaan sarana dan prasarana,
sistem penilaian yang digunakan, buku sebagai sumber belajar, perangkat
pembelajaran berupa silabus, dan pemberdayaan peran serta masyarakat dalam
seluruh kegiatan pendidikan.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Kurikulum dapat dikatakan berhasil baik jika para pengelola
pendidikan mampu melibatkan stake holders terutama peningkatan
kinerja dan kualitas tenaga kependidikan , peningkatan mutu sekolah dengan cara
memaksimalkan pelaksanaan manajemen sekolah dengan dinamis dan seimbang serta
melakukan monitoring terhadap kurikulum.
Kepimpinan kepala sekolah
yang efektif dan kemampuannya mendayagunakan seluruh potensi sekolah dalam
membangun kerjasama yang baik terhadap unsure sekolah sangat penting baik
secara external maupun internal. Beberapa sumber daya pendukung keberhasilan
implementasi kurikulum tersebut perlu dipertimbangkan oleh setiap unsur
pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu, karena dampak konkret dari
terlaksananya kurikulum tersebut akan dirasakan langsung oleh siswa atau
peserta didik dalam pertumbuhan dan perkembangannya.
Seorang guru perlu kreatif untuk memanfaatkan berbagai sumber dan
media belajar, menggunakan strategi, metode, model pembelajaran yang baik dalam
proses pembelajaran sebagai pendukung keberhasilan implementasi kurikulum.
DAFTAR PUSTAKA
Anwar
Kasful & Harmi Hendra. (2011). Perencanaan Sistem
Pembelajaran Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
Bandung: ALFABETA
Aprilia
kartiana.Sumber Daya Pendukung Keberhasilan Kurikulum.http://apriliakartiana.
13 Mei 2018, pukul 14.30 WIB
blogspot.com/2013/05/sumber-daya-pendukung-keberhasilan_6.html.
13 Mei 2018, pukul 14.30 WIB
Arsyad. Azhar.
(2011). Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Gunawa,
H Ary. (1996). Administrasi Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta
Nurainiarifina.blogspot.com/2015/04/faktor-keberhasilan
implementasi. html. 13 Mei 2018, pukul
14.30 WIB
Pidarta,
Made. (2004). Manajeemn Pendidikan Indonesia cet II. Jakarta: Rineka
Cipta.
Rasmi.
Sary. Manajemen Kurikulum. http://rasmisary.blogspot.com /2012/06/ manajemen-kurikulum. html. 13 Mei 2018, pukul 14.30 WIB.
Rusman.
(2014). Manajemen Kurikulum. Jakarta: Raja Grafindo
Persada
Sanaky
AH Hujair. (2011). Media Pembelajaran. Yogyakarta: kaukaba
Siagian,
P Sondang. (2001). Audit Manajemen. Jakarta: PT Bumi Aksara
Sulistiyorini.
2009. (Manajemen Pendidikan Islam) : Konsep, strategi, dan Aplikasi.Yogyakarta:
Teras
[3]Made
Pidarta, Manajemen Pendidikan Indonesia cet II, (Rineka
Cipta:Jakarta, 2004), hal 108
[4] Sulistiyorini, Manajemen
Pendidikan Islam, Konsep, strategi, dan Aplikasi, (Teras:Yogyakarta,
2009),hlm 130.
[11] Dr. Kasful Anwar & Hendra Harmi,
Perencanaan Sistem Pembelajaran Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan, ( ALFABETA:Bandung.2011), hlm174
[20] Rasmi sary. Manajemen
Kurikulum. Http://rasmisary.blogspot.com/2012/06/manajemen-kurikulum.html.
13 Mei 2018, pukul 14.30 WIB
[22] Nurainiarifina.blogspot.com/2015/04/faktor-keberhasilan-implementasi.html.Minggu,
13 Mei 2018, pukul 14.30 WIB
[25] Apriliakartiana.sumber daya
pendukung keberhasilan
kurikulum.http://apriliakartiana.blogspot.com/2013/05/sumber-daya-pendukung-keberhasilan_6.html.
13 Mei 2018, pukul 14.30 WIB